#135 : Treasure the Encounters You Have; Review Anime Sousou no Frieren
- mghazaliputera
- 1 day ago
- 8 min read
Alhamdulillah puasa sudah selesaii, selamat lebaran semuanyaaa!! Pada lebaran dimana niiih?? Penulis secara pribadi mau meminta maaf ya apabila selama ini ada kata2 yang kurang berkenan di hati para pembaca sekalian, baik yang di sengaja maupun tidak...
Libur lebaran kali ini kayaknya lebih sedikit dah dibanding tahun lalu, kalo di kantor ku si. Masa rabu depan udah masuk lagi T.T
Perasaan entar baru minal minul makan minum bentar eh udah ke kantor lagi berjibaku dengan KRL wkwkwk yah dinikmatin aja lah ya libur yang relatif singkat ini tapi. Kali ini aku mau review anime modern favoritku setelah Hunter x Hunter dan NatsuYuu, ini adalah anime modern pertama yang bener2 bikin aku suka, jarang2 loh ada anime modern yang se-bagus itu. Karena biasanya anime modern cuman ngandelin animasi yang bagus aja, kualitas ceritanya belum tentu baik. Sousou no Frieren, aaah excited banget aku review anime ini, pertama tayang tahun 2023. Sekarang lagi on going Season 2 nya, minggu depan episode terakhir harusnya. Biasanya aku nunggu ampe semua episode on going nya selesai dulu tapi yang ini udah gak sabar mau review wkwkwkwk toh tinggal 1 episode lagi, harusnya ngga terlalu banyak mengubah review ku disini juga...

Btw biasanya si kategori ku apakah anime itu bagus banget atau ngga adalah, kalo bagus banget kayak sekelas Hunter x Hunter atau NatsuYuu, aku bakalan beli figure nya wkwkwkwk.... Dan yes, aku sampe beli 3 figure dengan ukuran yang lumayan gede (kurang lebih 27 cm-an) yang isinya 3 karakter utama anime ini ahaha, sampe beli lemari display kaca bahkan karena figure anime ku udah terlalu banyak ampe meja kamar penuh lol. Okeh, se-bagus itu memang, yuk kita masuk ke review nya!

Story Review (10/10)
Seperti yang udah ku singgung sebelumnya, kekuatan utama anime ini ada di ceritanya. Latar tempat nya bisa dibilang cukup umum, dunia fantasi dimana selain bangsa manusia, ada juga elf, dwarf, dan iblis yang hidup. Sekilas mirip sama Lord of the Rings, tapi latar waktu nya ini yang ngga biasa. Terjadi pertempuran yang sengit antara elf, manusia bersama dwarf melawan bangsa iblis. Frieren, elf tokoh utama kita bersama teman2 berpetualang nya, berhasil mengalahkan raja iblis. Namun cerita nya bukannya berpusat pada petualangan mereka mengalahkan raja iblis, justru kita diperlihatkan apa yang terjadi setelah raja iblis dikalahkan.

Jadi kek plot utama nya udah selesai ni malah wkwk, kita malah diperlihatkan keseharian Frieren sebagai elf setelah petualangan nya mengalahkan raja iblis selesai. Pasti terlihat aneh dan kebayang bakal membosankan toh? Itu juga yang awalnya ada di pikiranku pas pertama kali mau nonton ini, terus seru nya dimana? Eh tapi setelah nonton, aku jadi paham kalo bagus itu ngga selalu harus seru dulu...
Elf, berbeda dengan manusia, punya umur yang amat panjang, bisa seribu tahun lebih. Dan anime ini berhasil menciptakan karakter elf yang menarik, dari sudut pandang manusia. Punya umur yang panjang, sehingga bikin elf, terutama Frieren sendiri, menjadi sosok yang terlihat dingin dan acuh. Ya gimana ngga, namanya punya umur panjang, pasti kita udah ngga akan peduli lagi sama hal-hal 'kecil' kayak ngeliat matahari terbit di tahun baru, atau ulang tahun. Saking panjang nya umurnya, jadinya membuat elf jadi pribadi yang cenderung penyendiri dan enggan bersosialisasi.

Buat para elf, ninggalin orang lain puluhan tahun dan baru balik lagi buat sekedar 'main dan menyapa', udah biasa. Nah kita manusia puluhan tahun ga keliatan udah dipikir mati kali wkwkwk... Jadi bagi elf, kematian kayak udah merupakan hal yang 'biasa', karena mereka sering melihat terutama manusia mati, dan mungkin mereka bakal ketemu sama anak cucu nya kemudian. Sisi perbedaan persepsi waktu ini si yang jarang banget di eksplor di dunia fantasi, dan Frieren berhasil mengeksplor sisi ini dengan sangat apik.
Seusai perjalanan nya mengalahkan raja iblis selesai, Frieren meninggalkan teman2 seperjalanan nya, Himmel sang manusia pahlawan, Eisen si dwarf warrior, dan Heiter si pendeta manusia. Frieren melanjutkan apa yang biasanya ia lakukan, yaitu pergi ke berbagai tempat untuk mengumpulkan dan mempelajari sihir2 baru. Ia kembali berkumpul dengan mereka lagi setelah 50 tahun berlalu, sesuai janji mereka untuk melihat hujan meteor bersama lagi. Mereka melakukan perjalanan bersama sekali lagi, dimana Himmel dan Heiter sudah terlihat tua, namun Frieren dan Eisen masih terlihat kurang lebih sama karena elf dan dwarf punya umur yang relatif lebih panjang ketimbang manusia.

Tak lama setelah perjalanan reuni mereka itu, Himmel meninggal dunia. Dan disinilah Frieren, elf dingin dan acuh, terlihat meneteskan air mata menangisi kepergian Himmel. Ia menyesal mengapa ia tidak berusaha lebih mengenal Himmel ketika ia masih hidup. Sekilas sebuah momen yang terlihat 'biasa', menangis saat pemakaman, namun ini adalah tamparan besar bagi Frieren, yang baru kali ini merasa menyesal tidak mengenal manusia selama hidup panjang nya. Frieren terlambat menyadari bahwa sosok Himmel teramat berarti baginya, sehingga membuatnya bisa menangisi kepergian nya. Kematian Himmel terasa berbeda bagi Frieren, yang telah melihat kematian kematian lain yang tak terhitung jumlahnya sebelumnya.
Dan disitulah Frieren memutuskan untuk menggunakan sisa waktunya untuk mencoba lebih mengenal manusia, termasuk menelusuri kembali rekam jejak perjalanan nya bersama Himmel dan yang lainnya. Bersama dengan Fern, anak asuh Heiter yang ia rawat sebagai murid, dan Stark, mantan murid Eisen, Frieren memulai kembali perjalanan nya untuk mengenang Himmel.

Buset ini baru premis ceritanya aja aku udah panjang banget jelasin nya ya wkwk ampun. Genre anime Frieren ini sendiri adalah petualangan, drama dan fantasi. Ini bukan anime action ya, gaakan banyak scene action yang keren dan apiknya, anime nya slow, bikin rileks gitu nonton nya, tapi ngga ngebosenin. Jauh dari kata ngebosenin. Alur utama nya juga ngga begitu keliatan, yah kayak cerita petualangan santai aja. Tiap nonton episode nya kita jadi gatau gitu apa yang akan terjadi, dan gak ekspek juga harus begini atau begitu, pokoknya jadi beneran nikmatin aja apa yang ada, dan it's good, really good.
Aku juga agak bingung soalnya ngejelasinnya wkwk. Biasanya anime yang ceritanya bagus itu pasti kebanyakan yang alur nya jelas kan, nah ini alur nya abstrak tapi malah bagus haha... Karena yang dijual anime ini adalah momen momen kecil nya, bagaimana kita melihat Frieren yang perlahan lahan belajar berempati, belajar bagaimana memahami manusia.

Dan disini juga lah kita juga jadi belajar kembali bagaimana menjadi manusia yang 'baik'. Kesungguhan Frieren belajar bagaimana berinteraksi dan membangun hubungan dengan orang lain juga jadi memicu kita memperbaiki hal yang sama. Banyak banget pelajaran hidup di berbagai aspek yang bisa kita ambil lewat cerita2 dan momen sederhana yang ada di anime ini. Mulai dari bagaimana me-manage rasa takut lewat karakter Stark, sampai ke bagaimana membantu orang lain lewat karakter Himmel yang banyak menginspirasi karakter2 lain di anime ini, selain Frieren, lewat sosok dan tindakan nya.
Jadi ketika kamu nonton ini, kamu akan enjoy bukan karena penasaran lanjutan ceritanya seperti apa, tapi momen2 apalagi yang terjadi sepanjang perjalanan 'konyol' Frieren dengan party nya yang baru. Termasuk flashback2 nya Frieren yang mengingatkan perjalanan nya kali ini dengan perjalanan nya sebelumnya bersama Himmel dkk, serta apa yang kali ini bisa ia lakukan dengan lebih baik.

Susah loh memikat audience dengan konsep cerita yang seperti ini, tapi Frieren sukses. Ini anime bener2 unik, gada alur yang jelas tapi bagus, sering banget flashback tapi bukannya merasa terganggu malah aku sebagai penonton nungguin wkwk, karakter2 utama nya awkward tapi ga ngebosenin ngikutin tingkah nya, dan masih banyak lagi keunikan lainnya. Karena ber-genre fantasi, di anime Frieren ada yang namanya sihir, dan penggambaran sihir disini juga bagus. Sihir di dunia fantasi Frieren ga terbatas hanya untuk bertarung, tapi banyak sihir2 lain seperti untuk mencuci baju (yes beneran ada sihir laundry disini lol), bikin es serut, sampe sihir bikin bunga yang merupakan sihir kesukaan nya Frieren.
Konsep sihir nya menarik karena menitik beratkan pada imajinasi, sebagai esensi sihir itu sendiri. Dan bahwa pada dasarnya sihir itu indah, dan kebahagiaan terbesar dari sihir terletak pada proses mencari dan mempelajarinya :)
Graphics Review (8/10)
Kalo diliat secara visual murni aja, grafik di anime Frieren ngga terlalu menonjol si kalo ku bilang. Makanya ku kasi skor 8 aja. Tapi ada aspek lain yang terkait sama grafik di anime Frieren yang bikin penonton puas ngeliatnya, yaitu sinematografi nya. Sutradara anime ini patut diacungi jempol si, soalnya camera angle, proporsi layar sampe sudut penggambaran nya itu bagus banget. Bener2 bikin seolah olah kita ada disana melihat langsung gambaran poin2 inti dari setiap scene.

Di anime Frieren, jarang ada scene action, tapi sekalinya ada beuh bagus banget, fluid. Pergerakan karakter2 nya ngga terasa kaku, setiap gerakan, pencahayaan, sangat bagus dan konsisten jadi terasa nyata banget.

Bahkan bisa dibilang kalo ngeliat scene action nya aja, scene action di Frieren udah lebih bagus dari kebanyakan anime shounen, bahkan menurutku pribadi lebih bagus ketimbang scene action nya BnHA. Dan satu lagi, anime Frieren itu termasuk minim dialog, karena Frieren juga bercerita banyak lewat gambar. Mungkin salah satu contoh yang paling terkenal pas scene nya Himmel ngasi cincin ke Frieren, yang udah mirip kayak orang ngelamar wkwkwk (tapi sayangnya Frieren terlalu tidak peka untuk memahaminya >.<). Itu diantara mereka berdua ada jam yang jadi latar di tengah tengah nya posisinya, seolah melambangkan bahwa Himmel dan Frieren dipisahkan oleh waktu, karena umur manusia yang jauh lebih pendek ketimbang umur elf.

Jadi banyak aja detail2 kecil yang bisa kalian temuin di gambar nya. Banyak visualisasi2 puitis yang disajikan oleh anime ini.
Music and Soundtrack Review (10/10)
Sumpah kalo bisa aku kasi nilai 11, aku kasi 11 dah buat musik dan soundtrack nya wkwkwk sebagus itu... Sebelumnya aku dah bilang kan kalo ni anime sinematografi nya bagus banget dan banyak bercerita lewat gambar, nah unsur musik disini bener2 mempertegas pesan dan gambaran yang ingin di sampaikan di setiap scene nya. Mulai dari musik santai pas rombongan nya Frieren lagi jalan2 keliling kota, musik pas Himmel sedang mengucapkan sabda nya wkwkwk yang hampir semua kata2 yang keluar dari mulut doi bisa di taro sebagai quotes di goodreads, sampe musik pas adegan bertarung, semuanya bagus dan yang paling penting, penempatan nya pas sama scene nya.

Jadi bahkan ada scene yang pergerakan karakter nya ngga terlalu banyak, tapi karena musik nya bagus tetep aja jadi terasa keren dan nampol banget. Belum lagi lagu opening dan ending nya yang apik, waduh speechless si aku...
Overall (10/10)
Mulai sekarang, kalo ada orang yang belum pernah nonton anime dan nanya kalo dia cuman mau nonton 1 anime, aku bakal rekomendasiin apa, aku bakal rekomendasiin anime ini sih fix. Frieren bukan anime action, tapi sekalinya ada action kualitasnya jauh melebihi anime2 action pada umumnya. Frieren bukan anime romance, tapi sekalinya ada romance di anime ini, semisalnya kisah hubungan Stark dan Fern, terasa sangat real dan heartwarming. Frieren bukan anime komedi, tapi sekalinya ada scene lucu terasa on point dan ga berlebihan.

Seolah olah anime ini punya segalanya, tinggal kita sebagai penonton pilih aja mana yang kita suka. Kalo aku si semuanya suka wkwkwk makanya dapet nilai sempurna dari saya. Sungguh, di era modern seperti ini, Frieren seperti jadi angin segar yang membawa perubahan baru dan harapan. Frieren mengajak kita untuk menghargai waktu dan momen momen kecil di hidup kita. Karena belum tentu segalanya akan tetap sama di masa yang akan datang, karenanya, selagi bisa, mari kita jaga dan rawat dengan baik semua pemberian yang kita miliki.

Frieren juga mengajarkan kita keindahan sebuah proses, bagaimana mengatasi kekurangan yang kita punya sembari terus melangkah. Waktu memang tak akan pernah berhenti melaju, bahkan sihir saja tidak bisa memutar kembali waktu. Tapi selama kita masih hidup, kita masih bisa untuk terus belajar dan memperbaiki diri.

Nikmatilah perjalanan yang kita lalui, jangan sampai kita menyesal di kemudian hari. Bantulah orang lain sebanyak mungkin sesuai dengan kapasitas kita, karena kebaikan akan menyebar dan perlahan-lahan mengubah dunia menjadi lebih baik.

Anime ini indah, tidak hanya bercerita lewat kata2 dan karakternya, tapi juga lewat musik dan visual. Lewat perjalanan Frieren belajar untuk menjadi 'manusia' yang baik, kitapun seolah dibuat bercermin kepada diri kita sendiri, apakah mungkin elf yang hidup ribuan tahun justru bisa jadi lebih menghargai waktu ketimbang kita yang umurnya terbatas? :)

Bahkan di episode 1 nya, kita seolah diberi perspektif nya Frieren. Dimana kita cuman sekilas bisa melihat Himmel yang masih hidup, kita belum tau banyak tentang Himmel, dan sesaat kemudian ia telah tiada. Kita seolah olah jadi bisa merasakan apa yang Frieren rasakan, dimana seiring waktu berjalan, kita baru menyadari bahwa ada banyak hal2 berharga yang kita lewatkan.

Ini anime yang sungguh puitis, bukan hanya sebagai hiburan, tapi juga sebagai bahan refleksi diri pribadi. Pokoknya wajib banget kalian nonton anime ini kalo belum. It will be a great journey :)
Sampai bertemu di post berikutnya! Mata kondo oai shimashoo!
“Death isn't the only goodbye in this life.”
― Kanehito Yamada, Frieren: Beyond Journey's End

Pic reference: https://wall.alphacoders.com/big.php?i=1346622
Content references:
Other pictures credit go to Madhouse




Comments